![]() |
| bigtvsport.com |
Konflik antara PSSI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengakibatkan seluruh kompetisi sepak bola Indonesia dibubarkan termasuk turnamen QNB, Rabu (20/5). Kondisi ini memaksa sebagaian pesepak bola Indonesia mencari nafkah dari liga tarik kampung (tarkam) atau memanfaatkan sisa tabungan mereka.
“Sekarang kompetisi dihentikan dan kami tidak punya penghasilan,” ungkap gelandang Persija Adam Alis Setyano (21). Ia mengaku dirinya mendapat tawaran gaji 2-3 juta untuk mengikuti laga tarkam.
Bebeda dengan striker Arema Cronus Christian Gonzales (38). Dia menolak tawaran bermain di laga tarkam karena menurutnya ia tidak mau mempertaruhkan masa depan di pertandingan yang kurang jelas aturannya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Gonzales benar-benar bergantung pada turnamen sepak bola. “Sepak bola itu kerja dan hidup saya. Kalau sepak bola dihentikan keluarga saya tidak makan,” ujarnya.
Lain lagi dengan bek Arema Cronus Beni Wahyudi (29) yang sehari-hari membantu ayahnya mengurus sawah. Untuk meemenuhi keperluan keluarga, dia mengandalkan gaji isterinya yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar, Malang, Jawa Timur.
Dilansir dari Harian Kompas, sebelumnya Beni meninggalkan status sebagai Pegawai Negeri Sipil namun ia lebih memilih menjadi pesepak bola. “Akhirnya situasi sepak bola kita justru seperti ini. Mungkin belum rezekinya,” pungkas ibunda Beni.
Reporter : Dede Lukman Hakim







0 komentar:
Posting Komentar