Sabtu, 12 April 2014
Aksi Pantomim di Bandung Ingatkan Kasus Pelanggaran HAM
Bandung- Dalam upaya menyadarkan masyarakat akan
berbagai kasus pelanggaran HAM di Indonesia sejak 1965 hingga kini yang belum
terselesaikan, Mixi Imajimimetheatre Indonesia melakukan aksi pantomim
kamisan di depan Gedung Sate Bandung, Kamis (18/07).
Ini kali pertamanya Mixi Imajimietheatre Indonesia menggelar
aksi diam selama satu jam pada sore hari di depan perwajahan istana Jawa Barat
Gedung Sate Bandung. Dengan berwajah khas pantomime berwarna putih, pakaian
yang serba hitam dan payung hitam, terhias dengan sejumlah tulisan mengenai
pelangaran-pelanggaran HAM di Indonesia.
Ketua imajimimetheatre, Wanggi, menuturkan “aksi
tersebut merupakan aksi melawan lupa sebagai bentuk solidaritas terhadap korban
kasus pelanggaran HAM di Indonesia, kami dapat sebuah energi dari temen-temen
jakarta di jaringan solidaritas korban untuk keadilan pelanggaran HAM, kita
dapat informasi terkait itu dan kita tindak lanjuti dengan konsep pantomime
kamisan,” katanya, Kamis(18/07).
Sudah hampir enam dasawarsa, aksi ini diawali oleh
Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) di DKI Jakarta yang dilakukan
setiap kamis, Mereka adalah para keluarga korban yang bergabung dengan aktivis,
masyarakat, tokoh dan mahasiswa.
Rupanya, aksi tersebut lahir akibat pengabaian
presiden dan pemerintah akan penuntasan kasus pelanggaran HAM. Mereka sudah
mengirim surat kepada Presiden SBY sebanyak 300 kali dan sebanyak 300 kali pula
surat mereka diabaikan.
Mixi Imajimimetheatre Indonesia melakukan aksi di
Bandung dengan menularkan energi ”melawan lupa”, karena isu tentang kemanusiaan
saat ini dinilai sudah hilang oleh sebagian masyarakat.
“Banyak hal yang mengambang dan tidak
dipedulikan lagi oleh pemerintah dan masyarakat, jadi kita mencoba untuk
mereferensikan, mengingatkan kembali, menyadarkan masyarakat tentang
kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia masih belum tuntas,” pungkas Wanggi
menutup pembicaraan di sore hari itu.






0 komentar:
Posting Komentar