Sabtu, 12 April 2014
Home »
» Selain Unik Bermanfaat Pula
Selain Unik Bermanfaat Pula
Buah yang
satu ini selintas seperti bola api dengan kulit buahnya yang khas menjuntai dan ujungnya seperti ekor naga,
mempunyai dua jenis warna yang mencolok, merah dan kuning. Buah Naga mengandung banyak manfaat bagi kesehatan tubuh
dan teknik perawatannya pun bisa dikatakan sederhana, karena itu buah ini
banyak digemari bahkan dibudidayakan di berbagai negara khususnya di Asia
seperti Taiwan, Vietnam, Filipina dan Malaysia. Kini Indonesia pun tak mau
kalah dengan negara-negara lain. Pembudidayaan buah ini sudah menjalar ke
daerah-daerah di Indonesia seperti Mojokerto, Jember,
Malang, Pasuruan, Banyuwangi, Ponorogo, Kalibawang, Kulon Progo, Batam dan
Bandung.
Karena
bentuknya yang khas dan mengandung banyak manfaat bagi kesehatan tubuh mulai
dari menyembuhkan berbagai penyakit hingga menjaga kesehatan tubuh, tak
ayal jika banyak orang memburu buah ini. Salah satunya I Ketut Petra seorang yang hobi membudidayakan buah naga,
di Kecamatan Arcamanik kota Bandung, dengan hobinya itu
dia dapat meraup keuntungan yang dapat menghidupi keluarganya lebih dari cukup,
belum lagi dari pekerjaan pokoknya sebagai seorang mayor di Polda Jawa Barat.
Pagi yang
cerah kala itu, I Ketut Petra tengah berbincang dengan
seorang teman di halaman rumahnya, tak lama kemudian temannya itu
beranjak pergi dan Ketut menyambut kami dengan pertanyaan ada apa? Tujuan
untuk mewawancarainya pun kami sampaian. Tanah yang luasnya sekitar 6x3
meter menjadi kebun kecil tempat kami berbincang di pinggir
rumahnya. Tiga puluh menit lamanya dia menjelaskan seputar bagaimana
teknik penanaman, perawatan sampai manfaat dari buah naga dengan tutur yang
santai namun tegas.
Dalam penjelasanya seputar teknik penanaman buah naga “ terlebih
dahulu harus mengetahui karakter buah naga tersebut. Buah naga termasuk jenis
tanaman kaktus yang diklasifikasikan menjadi dua kelompok , pertama
kaktus bergetah putih, kedua kaktus yang bergetah bening”. Pungkas lelaki
berkumis tebal itu. Indonesia memiliki tanah yang subur, lempar tongkat
pun jadi tanaman, begitulah keberadaan buah naga yang mengakar di berbagai
daerah di indonesia khususnya di bandung tempat I Ketut Petra menuangkan
hobinya membudidayakan buah naga.
Buah yang dihasilkannya dapat mengalahkan buah impor dari kualitas rasa
maupun ukurannya. Besar maksimal bisa mencapai 1,2 kg. Dalam penanamanya sudah
dapat mengembangkan 75% buah dengan kualitas super dan 25% buahnya kecil atau
sedang. Teknik penanaman buah naga ada dua cara, sistem tiang tunggal yaitu
membuat tiang beton atau kayu yang kuat dan sistem tiang kelompok yaitu
membuat sebuah galengan . Jarak antara satu tiang dengan tiang lain
sekitar 2,5 meter, tinggi galengan yang memisahkan kedua tiang tersebut
adalah 30 cm. Setelah galengan dibuat, barulah bibit ditanam menempel
pada tiang tersebut kemudian tunggu sepuluh tahun hingga menghasilkan buah naga
yang manis menyegarkan.
Selama sepuluh tahun itu diperlukan perawatan yang sederhana dan tidak
susah karena buah naga termasuk tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air. Di
musim kemarau cukup di siram seminggu dua kali, bila musim hujan tidak menjadi
masalah tetapi kuncinya harus mendapatkan sinar matahari, jika kekurangan sinar
matahari pohon tetap tumbuh tapi tidak berbuah.
“Buatlah pohon ini subur dahulu dan ketika sudah bercabang banyak dan
berbunga diperlukan perawatan secara khusus, di beri pupuk kandang atau
organik, baik kotoran kambing, ayam ataup pun sapi, tapi diperkebunan ini saya
menggunakan kotoran kuda karena paling bagus dan jangan ada tunas baru yang
muncul bila ada, di buang”. Pungkasnya lagi.
Tidak hanya mudah penanaman dan perawatannya, pun kandungan nutrisinya
yang kaya dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Diantara kandungan nutrisi
tersebut adalah berkalori rendah, disetiap 100gram buah naga memiliki 60
kalori, 18 kalori dari lemak tak jenuh, 8 kalori dari protein dan 34 kalori
dari karbohidrat kompleks yang lebih mudah di cerna oleh tubuh. Buah yang
satu ini tidak mengandung kolesterol, lemak jenuh maupun lemak trans, sehingga
dengan mengkonsumsi secara teratur dapat membantu tekanan darah dan mengontrol
kadar kolesterol.
Bijinya yang berwarna hitam mengandung asam lemak tak jenuh ganda (omega
3 dan 6 yang dapat membantu menurunkan risiko gangguan kardiovaskular.
Buah ini pun mengandung serat yang cukup tinggi yang dapat menghindari
sembelit, meningkatkan kesehatan pencernaan dan membantu mengurangi berat badan
yang berlebihan, selain itu buah ini memiliki rasa yang cukup masam dan
mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Jadi mengkonsumsi buah naga dapat
membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mencegah penyakit.
Kandungan fospor pada buah naga juga akan menjaga kesehatan tulang dan
gigi. (sumber: artikelmanfaatbuahnaga.blogspot.com.)
Buah yang warnanya merah pekat ini pun memiliki hasiat untuk kecantikan.
Daging buahnya Untuk kulit wajah dapat dijadikan masker dengan cara diblending
terlebih dahulu. Buah ini mudah diperoleh dewasa ini, di pasar tradisional,
pasar swalayan bahkan langsung ke pemilik perkebunan buah naga halnya I Ketut
Petra yang beralamat di Kecamatan Arcamanik Kota Bandung. Bukan hanya mudah
menanam dan merawatnya sampai berbuah, tapi isi kandungan nutrisinya pun tak
diragukan lagi, karenanya sudahkah anda memakan buah naga?






0 komentar:
Posting Komentar