Kamis, 22 Januari 2015

Kental Sejarahnya Aduhai Beceknya

Situs Surosoan peninggalan Kerajaan Banten. Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Kamis (15/1).


Banten lama, terletak di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang merupakan tempat yang kental akan nilai sejarah, terbukti dengan masih adanya bangunan dan barang-barang peninggalan yang terawat. Lain sisi, nilai sejarah tersebut seakan tergantikan oleh kondisi jalanan yang membuat pengunjung menutup hidung dan menyingsingkan celana.

"Becek sekali." Sergah seorang pengunjung yang melintas. Tak hanya itu, seorang pedagang mengaku banyak pengunjung yang mengeluhkan kondisi tersebut. "Uh becek sekali. Uh banyak debu."  Ungkapnya menirukan pengunjung.

Para pengunjung dapat dengan mudah membayangkan sejarah kelam di abad 15 karena disuguhi peninggalan Kerajaan Banten. Peninggalan itu diantaranya, Keraton Surosoan, Mesjid Agung Banten, perabot kerajaan dan benda pusaka lainnya.

Banyaknya pengunjung datang selain karena sejarah juga Banten Lama merupakan tempat ziarah. Sayangnya peziarah harus rela beralas kaki kotor untuk menuju tempat ziarah itu.

"Ini kan tanah, dulu bahkan lebih parah beceknya." Tutur pedagang setempat, Dani (17). Ia menambahkan bahwa soal jalan tidak ada yang mengelola, karena itu wajar, becek di musim hujan, banyak debu di musim kemarau. "Paling pedagang ngecor lapak dagangannya sendiri kalo mau aman." Tambahnya.

Akibat kondisi tersebut, banyak pedagang yang rugi, salah satunya pedagang boneka, Dina (28) yang omzetnya menurun meskipun lapaknya telah dicor. "Karena di depannya (jalan di depan lapak, Red-) banyak genangan air, jadi pengunjung pada gak mau ke sini." Keluhnya. Dina mengaku tak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada modal untuk mencor jalan yang ada di depan lapaknya.

Soal pengelolaan pun menjadi masalah. Pasalnya banten lama hanya dikelola oleh kenadziran, belum ada campur tangan pemerintah. Kenadziran adalah lembaga pengelola Banten Lama yang mengklaim dirinya sebagai keturunan Kesultanan Banten. Mereka tengah menunggu campur tangan pemerintah dalam pengelolaan Banten Lama. (Dilansir dari radarbanten.com).

Hingga kini para penjual hanya bisa membuang genangan air kala hujan dan rajin menghilangkan debu di barang dagangan kala tak hujan.



0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com